INFO Selamat datang di Info Rumput Hijau !

'Persaingan Sangat Terbuka, Inggris Harus Tetap Yakin'


Inggris dinilai tampil kurang meyakinkan di fase grup Piala Eropa 2016. Tapi melihat seluruh tim top juga mengalami kerepotan, Inggris diminta terus yakin.

Inggris lolos sebagai runner-up Grup B setelah tersandung di laga terakhir fase grup, ketika ditahan imbang tanpa gol oleh Slovakia. Posisi juara grup akhirnya direbut Wales.

Secara penampilan, Inggris dinilai masih belum meyakinkan meski senantiasa dominan dalam penguasaan bola. Di laga pertama ketika berimbang 1-1 kontra Rusia, mereka lengah di masa injury time sehingga kebobolan gol penyama.

Sementara di laga kedua melawan Wales, Inggris tertinggal lebih dulu di babak pertama. Mereka menyamakan kedudukan di awal babak kedua dan akhirnya mencuri kemenangan di masa injury time.

Kegagalan lolos sebagai juara grup sendiri menjadi kerugian tersendiri untuk tim besutan Roy Hodgson. Sebab mereka harus berada satu bagian dengan tim-tim seperti Jerman, Italia, Spanyol, dan Prancis di bagan turnamen. Sementara di sisi bagan lain, rival-rival terberatnya praktis hanya Belgia, Portugal, atau Kroasia.


Meski demikian, bek Inggris Gary Cahill melihat persaingan di Piala Eropa kali ini sangat terbuka. Dia menilai sejauh ini tim-tim top seperti Prancis, Spanyol, dan Jerman juga harus menang dengan bersusah payah, sehingga kans Inggris pun disebutnya masih lebar.

"Jelas ada tim-tim yang telah membuat saya terkesan, tapi saya merasa persaingannya sangat terbuka. Anda lihat Prancis, Spanyol, dan Jerman yang selalu ada di daftar kandidat juara, tapi apakah ada satu tim yang akan melenggang begitu saja? Saya rasa tidak," kata Cahill dikutip Soccerway.

"Kami harus memulai lagi dan saya rasa menunjukkan mentalitas yang sama yang telah kami tunjukkan di tiga laga pertama. Anda melihat betapa kerasnya tim-tim harus bekerja, seperti Prancis di laga kedua (melawan Albania."

"Skornya 2-0 dan tampak seperti laga mudah, tapi pertandingannya jauh dari kata mudah memasuki lima menit terakhir. Anda menginginkan tim yang sedikit lebih terbuka melawan Anda."

"Semua orang berjuang mati-matian jadi persaingannya sangat berat. Tapi kami seharusnya bangga dengan apa yang kami lakukan, tidak ada dua hal soal itu," tandasnya.

Inggris berikutnya akan berhadapan dengan Islandia di babak 16 besar. Jika berhasil melewati hadangan tersebut, mereka akan menghadapi pemenang antara Prancis kontra Republik Irlandia.
Share:

Lempar Mikrofon Jurnalis ke Danau, Ronaldo Didesak Minta Maaf


Cristiano Ronaldo melakukan tindakan buruk terhadap seorang jurnalis. Atas aksi tersebut, Ronaldo dan Federasi Sepakbola Portugal [FPF] didesak minta maaf.

Insiden itu terjadi menjelang laga krusial Portugal melawan Hongaria, Rabu (22/6/2016) waktu setempat. Saat sedang berjalan santai dengan skuat Seleccao das Quinas, Ronaldo didekati oleh jurnalis dari televisi Portugal CMTV [Correio da Manha TV].

Si jurnalis bermaksud untuk menanyakan apakah Ronaldo sepenuhnya siap untuk menghadapi Hongaria. Tapi bukannya menjawab pertanyaan, pemain yang memperkuat Real Madrid itu justru merebut mikrofon yang disodorkan kepadanya dan membuangnya ke danau, yang berada di sebelah kirinya.


Usut punya usut, Ronaldo dan CMTV memang memiliki hubungan yang buruk. Ronaldo dikabarkan tidak suka dengan stasiun televisi itu karena merasa difitnah atas sebuah pemberitaan mereka beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, CMTV tampaknya merasa bahwa bagaimanapun perilaku Ronaldo itu tetap tidak bisa diterima. Kepala Hubungan Masyarat CMTV Carlos Rodrigues menilai sikap Ronaldo itu "merupakan sebuah hal yang memalukan untuk seluruh negeri", mengingat rekaman peristiwa itu sudah dipublikasikan ke seluruh dunia.

"Setidaknya kami percaya kami pantas mendapatkan sebuah permintaan maaf dari Cristiano Ronaldo dan Federasi ... karena sebagai kapten tim nasional Cristiano Ronaldo memiliki sebuah peran institusional untuk dipenuhi," kata Rodrigues, yang dikutip AS.

Ronaldo mencetak dua gol saat Portugal berimbang 3-3 dengan Hongaria. Hasil seri itu sudah cukup meloloskan Portugal ke babak 16 besar melalui jalur 'tim peringkat ketiga terbaik'.

Entah ada hubungannya dengan insiden CMTV atau tidak, Ronaldo tidak menerima pertanyaan dari wartawan dalam konferensi pers pascapertandingan. Pemain terbaik dunia tiga kali itu hanya menjawab pertanyaan dari media resmi UEFA.

Share:

Portugal Ingin Lebih Banyak Gol Lagi dari Ronaldo


Lyon - Cristiano Ronaldo akhirnya membuka kran gol untuk Portugal di Piala Eropa. Dia diharapkan bisa menyumbangkan lebih banyak gol lagi.

Portugal harus bersusah payah untuk memetik hasil imbang saat berhadapan Hongaria. Di pertandingan yang berlangsung Stade de Lyon, Portugal selalu ketinggalan sebelum menyudahi pertandingan dengan skor 3-3.

Ronaldo memetik dua gol ke gawang Hongaria, Rabu (22/6) tengah malam. Dia mencetaknya di babak kedua, tepatnya di menit 50 dan 62.


Dengan catatan golnya itu, Ronaldo mencatatkan rekor selalu mencetak gol dalam tujuh turnamen mayor yang diikuti bersama Portugal.

Pelatih Portugal, Fernando Santos, pun berharap lebih dari Ronaldo saat babak 16 besar Piala Eropa 2016. Apalagi, mereka akan berhadapan dengan tim juara Grup D, Kroasia.

"Selalu penting untuk bisa mempunyai kapten yang bagus, terutama kapten yang bernilai banyak gol," kata Santos seperti dilansir oleh Abola yang dilansir oleh Soccerway.

"Kami berharap agar ini merupakan awal dari lebih banyak gol lagi," imbuhnya.

Share:

Prancis Paling Akrab dengan Tiang Gawang


Tim nasional Prancis kerap kurang beruntung saat menjalani pertandingan fase grup Piala Eropa 2016. Les Bleus menjadi tim yang paling banyak menyasar tiang.

Prancis mampu menjadi juara Grup A dengan raihan tujuh poin. Dalam tiga pertandingan yang dilakoni, mereka menang dua kali dan memetik hasil imbang satu kali.

Tim besutan Didier Deschamps itu mempunyai fakta menarik. Situs resmi turnamen melansir data bahwa tim 'Ayam Jantan' empat kali melepaskan percobaan yang mengenai mistar.

Keempat percobaan yang membentur tiang atau mistar itu dicatatkan oleh empat pemain berbeda. Sepakan Antoine Griezmann membentur mistar saat Prancis menaklukkan Rumania dengan skor akhir 2-1. Gol-gol ke gawang Rumania itu dicetak oleh Olivier Giroud dan Dimitri Payet.


Sementara itu, Olivier Giroud membukukan satu attempt yang membentur mistar di saat pertandingan melawan Albania. Dia mencatatkannya di menit 69, lewat sundulan kepala.

Di pertandingan terakhir saat melawan Swiss, Prancis dua kali tak beruntung. Mereka gagal mencetak gol, dua percobaan yang dilakukan Paul Pogba dan Payet menyasar gawang.

Sepakan jarak jauh Pogba di menit 17 pertandingan di Stade Pierre Mauroy pada 20 Juni lalu masih membentur mistar. Kesialan kedua didapat Prancis saat sepakan Payet di menit 75 juga menyasar tiang.

Sementara itu, pemain Jerman, Thomas Mueller tercatat menjadi pemain yang paling sering menyasar tiang. Dia sudah kali mengarahkan bola membentur tiang. Pemain depan andalan Jerman itupun belum menceploskan bola dalam tiga pertandingan.

Secara keseluruhan, Mueller sudah mencatatkan delapan percobaan, dua tepat sasaran, lima melenceng, satu diblok.
Share:

Caps ke-100 Alexis Sanchez dan Final Keempat Chile


Penggawa Chile Alexis Sanchez menandai penampilan ke-100 untuk negaranya dengan istimewa. Sanchez ikut membantu Chile maju ke final Copa America Centenario.

Penyerang berusia 27 tahun itu tampil sebagai starter saat Chile mengalahkan Kolombia 2-0 di semifinal yang digelar di Stadion Soldier Field, Kamis (23/6/2016). Selama 90 menit di atas lapangan, Sanchez membuat tiga percobaan (1 on target).

Sanchez terlibat dalam terciptanya gol kedua Chile yang dicetak Jose Fuenzalida. Diawali dari umpan panjang Claudio Bravo, Sanchez melewati seorang bek Kolombia sebelum melepaskan tembakan kencang dari kotak yang membentur tiang gawang. Bola rebound lantas disarangkan Fuenzalida ke gawang yang kosong.


Dengan 100 caps ini, Sanchez menjadi pemain dengan jumlah caps terbanyak kedua bersama Chile. Pemain yang pernah membela Udinese dan Barcelona itu cuma kalah dari Bravo, yang sudah membuat 105 penampilan.

Sanchez memulai debutnya di timnas pada 2006 saat Chile menghadapi Selandia Baru pada 27 April 2006. Sampai saat ini Sanchez sudah menyumbangkan 34 gol dan membawa La Roja meraih gelar juara pertama dalam sejarahnya dengan menjuarai Copa America 2015.

Kini Sanchez berpeluang mengilapkan kariernya dalam seragam Chile, seiring sukses mereka lolos ke final Copa Centenario. Tim arahan Juan Antonio Pizzi itu akan menghadapi finalis tahun lalu, Argentina pada Minggu (27/6/2016).

Itu akan menjadi final keempat Chile di Copa America setelah 1979, 1987, dan 2015. Di final pertamanya, Chile dikalahkan Paraguay dengan agregat 3-1 dan kembali patah hati usai dibekap Uruguay 1-0 delapan tahun kemudian.

Setelah menunggu nyaris 30 tahun, Chile akhirnya mampu mencapai sukses ketika menundukkan Argentina lewat adu penalti 4-1 usai bermain sama kuat 0-0 sampai babak perpanjangan waktu, di turnamen yang digelar di depan publiknya sendiri.


Share:

Zoltan Gera 'Si Anggur Tua'


Lyon - Zoltan Gera baru saja menjadi salah satu pencetak gol tertua di Piala Eropa. Gelandang Hongaria ini pun tak segan mengibaratkan dirinya sebagai anggur tua.

Gera saat ini berusia 37 tahun. Dia adalah salah satu veteran di Piala Eropa 2016, meski belum setua kiper timnya, Gabor Kiraly, yang sudah berusia 40 tahun.

Namun demikian, di usianya tersebut Gera masih menjadi andalan Bernd Storck di lini tengah Hongaria. Faktanya pemain Ferencvaros ini selalu tampil sebagai starter di tiga pertandingan fase grup Hongaria.

Nah, pada laga kontra Portugal di Parc Olympique Lyonnais, Selasa (22/6/2016) malam tadi, Gera mengambil kesempatan untuk jadi sorotan. Pemain yang pernah membela West Bromwich Albion dan Fulham ini mencetak gol spektakuler untuk membuka keunggulan Hongaria.


Menerima bola sapuan dari pertahanan Portugal, Gera melepaskan sepakan deras yang melesak ke pojok kanan bawah gawang. Gol ini menjadi momen penting untuk Hongaria karena sejak saat itu mereka bisa mengontrol permainan dengan lebih nyaman.

Memang pada akhirnya skor berakhir imbang 3-3, dan Balasz Dzsduzsak mendapatkan sorotan lebih besar karena mencetak dua gol. Bagaimanapun, torehan Gera tetap pantas diapresiasi.

Sebagai catatan, dia adalah pencetak gol tertua kedua di putaran final Piala Eropa dalam usia 37 tahun 61 hari. Dia hanya kalah dari eks penyerang Austria Ivica Vastic yang mencetak gol di usia 38 tahun 256 hari.

Kian lengkap untuk Gera, hasil imbang di laga tersebut memastikan mereka finis sebagai juara Grup F. Berikutnya mereka akan menghadapi Belgia di babak 16 besar.

"Kami berada dalam perjalanan fantastis. Ini berarti besar untuk tim ini," kata Gera di situs resmi UEFA.

"Anggur terbaik adalah yang tertua, dan anggur tertua menjadi semakin bagus dan bagus lagi. Dan saya senang dengan itu," tambahnya.

Menariknya, Gera sendiri mulanya sempat akan diistirahatkan oleh Storck, karena Hongaria sudah dipastikan lolos sebelumnya. Terlepas dari itu, performa sang gelandang diakui mengesankan.

"Saya sebenarnya mau mengistirahatkan dia. Dia sudah 37 tahun! Tapi itu adalah performa kelas dunia darinya," ujar sang pelatih.
Share:

Inter Diklaim Bertekad Rekrut Berardi



Milan - Inter Milan disebut berminat kepada Domenico Berardi. Nerazzurri bahkan diklaim ngotot mengejar penyerang Sassuolo itu.

Berardi sebelumnya dikabarkan sudah ditawar oleh Juventus. Namun Sassuolo kabarnya menolak tawaran dari La Vecchia Signora untuk striker 21 tahun itu.

Kini Berardi disebut dikejar oleh Inter. Tawaran sebesar 25 juta euro kabarnya siap diajukan oleh Inter kepada Sassuolo untuk memboyong Berardi ke Giuseppe Meazza.

"Benar, Inter sudah kembali mengejarnya dan mereka terlihat cukup punya determinasi," ujar agen Berardi, Simone Seghedoni, seperti dikutip dari ESPN FC.

"Domenico saat ini sedang berlibur, tapi kami akan melihat situasinya ketika dia kembali."

"Tentu bolanya sekarang ada di tangan Sassuolo. Kami menunggu apa yang klub ingin lakukan," imbuhnya.

Berardi digadang-gadang sebagai striker masa depan Italia. Dia mencetak 49 gol pada 134 pertandingan dalam empat musim terakhir bersama Sassuolo.


Share:

Ibra Bertekad Tampil Lebih Oke Lawan Belgia


Nice - Zlatan Ibrahimovic mengakui dirinya tampil kurang oke di dua laga sebelumnya. Oleh karenanya Ibra bertekad tampil lebih baik untuk menjaga peluang Swedia lolos.

Ibra, yang mencetak 50 gol bersama Paris St-Germain musim lalu, tentu jadi harapan Swedia untuk bicara banyak di Piala Eropa kali ini. Sayangnya, harapan itu tak sesuai kenyataan di lapangan.

Dalam dua pertandingan awal melawan Republik Irlandia dan Italia, Ibra tak hanya gagal membawa Swedia menang tapi tak satupun shot on goal dibuat oleh pemain 34 tahun.

Bahkan Ibra cenderung tampil buruk dan tak mampu berbuat banyak ketika bek-bek lawan selalu mengepungnya. Wajar saja Swedia kini di ambang tersingkir dari Piala Eropa.

Baru mengoleksi satu poin dari dua laga, Swedia ada di posisi ketiga klasemen dan butuh kemenangan saat melawan Belgia di laga terakhir, Kamis (23/6/2016) dinihari WIB besok.

Karena Piala Eropa ini adalah kali terakhir Ibra mengenakan seragam Swedia sebelum pensiun dari tim nasional, maka dia pun bertekad memperbaiki penampilannya dan membawa negaranya lolos ke 16 besar.


"Saya merasa baik-baik saja. Saya dalam kondisi 100 persen fit. Sejauh ini saya memang belum bermain di level terbaik saya dan kami pun bisa tampil lebih baik, termasuk saya," ujar Ibra seperti dikutip Soccerway.

"Tapi kami masih punya peluang lolos ke 16 besar. Kami akan coba memperbaiki penampilan. Setiap laga itu sulit dan tidaklah mudah. Tapi kami yakin pada diri kami sendiri. Kami sadar dengan tantangan yang ada. Tekanannya begitu besar, tapi masih ada peluang dan kami akan berusaha semaksimal mungkin bertahan di turnamen ini," sambungnya.

"Saya selalu ingin menang. Saya punya tanggung jawab besar, tapi saya suka peran ini. Yang penting adalah menjadi sukses. Jika kami menang maka kami bisa lolos. Kami belum punya shot on target sama sekali, tapi kami akan mencetak gol jika kami melakukannya nanti."

Share:

'MU adalah Klub Impian Mkhitaryan'


Dortmund - Agen Henrikh Mkhitaryan, Mino Raiola, meyakini bahwa kepindahan kliennya ke Manchester United masih bisa terjadi. Ia menyebut, 'Setan Merah' adalah klub impian Mkhitaryan.

Sejauh ini, klub Mkhitaryan, Borussia Dortmund, dikabarkan masih enggan melepas pemain berkebangsaan Armenia tersebut. CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke, memilih untuk membiarkan Mkhitaryan menyelesaikan kontraknya --yang tinggal tersisa semusim-- dan melepasnya dengan gratis musim depan.

Keputusan Watzke dirasa wajar, mengingat Dortmund sudah kehilangan dua pemain bintang sejauh ini, yakni Mats Hummels (yang hengkang ke Bayern Munich) dan Ilkay Guendogan (ke Manchester City). Namun, belakangan beredar kabar bahwa Dortmund bisa saja melepas kalau United memberikan tawaran sebesar 40 juta euro. Sejauh ini, United dikabarkan memberikan penawaran sebesar 25 juta euro.

Menurut Raiola, tawaran dari United amat sulit untuk ditolak Mkhitaryan. Ia beranggapan, tawaran serupa tidak akan datang dua kali.


"Tawaran seperti itu dari Manchester United mungkin hanya datang sekali dalam seumur hidup untuk seorang pemain. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa pintu yang sama akan terbuka musim depan," ujar Raiola seperti dilansir Soccerway.

"Manchester United adalah klub impian Micki (panggilan Mkhitaryan, red), dia ingin bergabung dengan mereka dengan cara apa pun," kata Raiola lagi.

Mkhitaryan, 27 tahun, tampil apik bersama Dortmund musim lalu. Dalam 31 penampilan, ia mencetak 11 gol dan menyumbang 15 assist. Selain itu, seperti dilansir Squawka, ia juga mengkreasikan 82 peluang untuk Dortmund, yang terbanyak di antara pemain-pemain Dortmund lainnya musim lalu.
Share:

Madrid Resmikan Kepulangan Morata ke Bernabeu


Madrid - Alvaro Morata resmi pulang ke Santiago Bernabeu musim depan, setelah Real Madrid mengaktifkan klausul buy-back dalam kontrak Morata bersama Juventus.

Morata dalam beberapa pekan terakhir memang selalu diisukan seputar masa depannya. Kabarnya Madrid kepincut lagi dengan Morata usai tampil apik selama dua musim bermain di Turin.

Memang Morata cuma bikin 27 gol selama dua musim itu, tapi secara permainan, striker 24 tahun itu meningkat pesat. Itulah alasan mengapa Madrid rela mengeluarkan uang 30 juta euro untuk memulangkannya lagi ke ibukota.


"Real Madrid CF sudah menginformasikan kepada Juventus FC untuk mengaktifkan hak untuk membeli pemain mereka Alvaro Morata, yang akan bergabung dengan tim utama pada latihan pramusim di bawah arahan Zinedine Zidane," demikian pernyataan resmi Madrid.

Namun, Morata belum tentu akan bermain di Madrid musim depan. Pasalnya ada kabar beredar bahwa Madrid sengaja memulangkan Morata demi menjualnya lagi dengan harga yang lebih mahal di bursa transfer ini.

Seperti diketahui, Morata juga jadi incaran Chelsea serta Arsenal, yang awalnya bersedia membayar 50 juta euro ke Juve. Itu artinya Madrid bakal untung 20 juta euro jika memang skenario itu terwujud.
Share:

Payet: Pemain Terbaik Prancis? Bukan Saya


Dimitri Payet tak setuju dengan anggapan dirinya adalah pemain terbaik Prancis di Piala Eropa 2016. Menurut Payet, Prancis masih akan membutuhkan kontribusi Paul Pogba dan Antoine Griezmann.

Payet dinobatkan sebagai man of the match pada dua pertandingan pertama Prancis di Piala Eropa 2016. Pemain West Ham United itu mencetak gol penentu kemenangan Les Bleus atas Rumania, lalu kembali tampil cemerlang dan mencetak satu gol ke gawang Albania.

Payet diistirahatkan ketika Prancis bertemu Swiss dan baru dimainkan pada babak kedua. Namun, dia nyaris mencetak gol untuk memecahkan kebuntuan lewat tembakan voli yang mengenai mistar.

"Sejak awal turnamen, saya merasa sangat baik. Saya merasa percaya diri dan itu memungkinkan saya untuk bermain tanpa tekanan dan tampil bagus," ujar Payet kepada UEFA.com.


"Jujur, gol yang masih sangat membekas dalam pikiran saya adalah gol yang saya cetak ke gawang Rumania. Itu adalah pertandingan yang sangat sulit dan gol datang pada menit akhir, jadi itu benar-benar melegakan. Itu akan tetap menjadi salah satu kenangan tak terlupakan," tambahnya.

Saat Payet begitu bersinar, Pogba dan Griezmann sejauh ini belum tampil pada puncak performa masing-masing. Akan tetapi, Payet yakin dua rekan setimnya itu memenuhi ekspektasi.

"Bukan, bukan saya. Orang-orang masih akan membicarakan soal Antoine Griezmann dan Paul Pogba," jawab Payet saat ditanya apakah dirinya pemain terbaik Prancis.

"Kita sudah melihat mereka pada pertandingan melawan Swiss, dan mereka adalah pemain-pemain yang harus diperhitungkan. Kami membutuhkan dua pemain itu. Mereka bisa mengantarkan kami melaju jauh di kompetisi," kata gelandang serang berusia 29 tahun itu.

Share:

Jerman Kalahkan Irlandia Utara, Kunci Posisi Juara Grup


Paris - Jerman menang 1-0 atas Irlandia Utara lewat gol Mario Gomez. Jerman sekaligus memastikan lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup.

Dalam pertandingan di Parc des Princes yang tuntas Rabu (22/6/2016) dinihari WIB, satu-satunya gol lahir di menit ke-40 babak pertama tanpa ada gol tambahan lainnya.

UEFA.com mencatat Jerman sebenarnya pegang kendali penuh dalam permainan itu dengan penguasaan bola 71%-29% atas Irlandia Utara. Jerman juga melepaskan 26 tembakan dengan rincian 12 off target, 9 on target, dan 5 kena blok. Sedangkan Irlandia Utara cuma dijatah 1 on target dan 1 kena blok.

Hasil 1-0 melawan Irlandia Utara tersebut turut membuat Jerman tidak kebobolan satu gol pun dari tiga pertandingannya sejauh ini, dan sebaliknya membuat tiga gol.

Dengan hasil itu Jerman kini mengoleksi 7 poin dari pertandingannya di fase grup. Poin itu setara dengan Polandia yang juga memenangi laga terakhirnya di grup lawan Ukraina, tapi Jerman unggul selisih gol sehingga mengunci posisi juara Grup C.

Jalannya Pertandingan

Sebuah serangan dari Jerman, dengan umpan silang Joshua Kimmich masih terlalu tinggi buat Mario Gomez. Setelah itu sepakan Toni Kroos masih diblok. Tendangan terarah Thomas Mueller di menit ke-8 juga belum berbuah gol akibat dihadang kiper Michael McGovern.

Peluang lagi untuk Jerman di menit ke-11. Bola menuju ke Mesut Oezil di kotak penalti, tetapi ia luput menyepak bola dengan jitu sehingga peluang pun kembali terbuang. Pun begitu halnya dengan sepakan Mario Goetze yang diblok lawan dan kiper sejenak kemudian.

Sebuah serangan lagi dari Jerman di menit ke-20, diawali dari sisi kiri. Bola kemudian mengarah ke kotak penalti tapi penyelesaian akhir Oezil masih melambung tanpa mengarah ke target.

Mueller mencatatkan kesempatan berikutnya untuk Jerman di menit ke-23. Tanpa terkawal ia melepas sepakan keras, meski bola masih bergulir tipis mengarah keluar lapangan.

James Ward mencuri bola dari kaki lawan di menit ke-26. Ia lalu memilih untuk berlari sendirian ke depan, tanpa mengoper ke seorang rekannya di kiri, dan menyudahi penetrasi dengan sepakan on target. Bola masih bisa diamankan Manuel Neuer.


Setelah itu Jerman langsung merespons melalui sebuah peluang lain dari Mueller. Kali ini bola hasil sundulannya mengenai tiang gawang Irlandia Utara dan belum mengubah skor.

Jerman akhirnya unggul di menit ke-30. Mueller menguasai bola di kotak penalti dan menjaganya dengan baik sebelum mengoper balik ke arah Gomez yang berdiri lebih bebas. Tanpa buang peluang, Gomez mengirim bola ke dalam gawang Irlandia Utara.

Lima menit berselang Jerman memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan kendati sepakan Mueller cuma bikin bola menggetarkan mistar gawang Irlandia Utara. Setelah itu ada lagi tendangan Sami Khedira yang diblok pemain lawan.

Gomez berdiri berdiri bebas saat menerima operan di kotak penalti lawan pada menit ke-41. Ia membuang peluang mencetak gol kedua akibat bola sepakannya masih terlalu pelan sehingga dengan mudah diantisipasi kiper McGovern.

Di babak kedua Jerman langsung menekan lagi. Di menit ke-52 ada tendangan Goetze di depan gawang yang masih bisa digagalkan tangan kiper lawan dan semenit berselang usahanya meneruskan bola masih membuat si kulit bundar meluncur tanpa menuju sasaran.

Usaha serangan balik cepat Irlandia Utara melalui Steven Davis di menit ke-56 masih bisa ditangkal oleh Jerome Boateng yang melakukan hadangan.

Di menit ke-59 Khedira melepaskan tembakan keras nan akurat untuk susah payah ditepis McGovern. Usaha Gomez meneruskan bola muntah dengan sundulan masih membuat si kulit bundar meluncur jauh dari target.

Lima menit kemudian Jerman mendapat tendangan bebas di sisi kanan dari arah gawang Irlandia Utara. Lewat sebuah skema bola mati, bola dioper pendek ke Mueller yang kemudian melanjutkan dengan sepakan menuju gawang meski bola langsung diblok pemain lawan.

Stuart Dallas berusaha mengejar bola hasil umpan terobosan rekannya di menit ke-68. Tapi Mats Hummels dengan tepat menerka maksud lawan dan berlari lebih dulu ke arah si kulit bundar.

Sebuah sundulan tepat sasaran dari Gomez di tiang jauh ketika menyambuat umpan silang Kimmich di menit ke-82. Namun, McGover membuat penyelamatan krusial lewat tepisan tangannya.

Memasuki menit ke-88, Gomez mendapat bola liar di tepi kotak penalti lawan. Usai menggiring bola mencari ruang tembak, ia pun menendang meski arah bola masih tepat ke kiper McGovern yang sudah jongkok bersiaga.

Susunan Pemain

Irlandia Utara: McGovern; Hughes, McAuley, Cathcart, J. Evans, Ward (Magennis 70'), C. Evans (McGinn 84'), Norwood, Davis, Dallas, Washington (Lafferty 59').

Jerman: Neuer; Kimmich, Boateng (Howedes 76'), Hummels, Hector, Khedira (Schweinsteiger 69'), Kroos, Oezil, Mueller, Goetze (Schuerrle 55'), Gomez.
Share:

Kalahkan Ukraina, Polandia Lolos sebagai Runner-up


Marseille - Polandia melangkah ke babak 16 besar Piala Eropa lewat kemenangan 1-0 atas Ukraina. Hasil tersebut menempatkan Polandia di posisi dua Grup C.

Dalam pertandingan terakhir fase grup di Stade Velodrome, Marseille, Selasa (21/6/2016) malam WIB, Polandia kalah dominan dari Ukraina yang berupaya mencari gol pertamanya sekaligus kemenangan perdana di Piala Eropa 2016 ini.

Penguasaan bola Ukraina mencapai 63%, dengan 19 tembakan dan lima di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, Polandia melepaskan sembilan tembakan, tiga di antaranya berstatus on target.

Meski demikian, Ukraina gagal mencetak gol. Sementara itu, Polandia memecah kebuntuan lewat sepakan Jakub Blaszczykowski di babak kedua.

Dengan kemenangan ini, Polandia lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup C. Polandia mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga, kalah selisih gol dari Jerman yang tampil sebagai juara grup. Di babak 16 besar, Polandia akan menghadapi Swiss yang lolos sebagai runner-up Grup A. Sementara itu, Ukraina tersingkir setelah jadi juru kunci usai menelan tiga kekalahan.

Jalannya Pertandingan

Polandia langsung menekan sejak awal. Dari sisi kiri, Arkadiusz Milik kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang, tapi masih mengarah ke Andriy Pyatov.

Tak lama berselang, peluang emas didapat Robert Lewandowski. Milik mengirim umpan ke dalam kotak penalti dan jatuh ke kaki Lewandowski. Tinggal menghadapi gawang, Lewandowski justru gagal mencetak gol. Tembakannya melambung dari sasaran.

Tekanan gantian dilancarkan Ukraina. Olexandr Zinchenko mengirim umpan terobosan kepada Roman Zozulya yang ada di kotak penalti. Zozulya mencoba melepaskan tembakan, tapi diblok oleh Michal Pazdan.

Bola muntah mengarah ke Andriy Yarmolenko yang ada di sisi kanan. Tapi lagi-lagi Pazdan melakukan blok krusial. Tembakan Yarmolenko yang mengarah ke gawang sempat diblok oleh Pazdan dan Lukasz Fabianski kemudian tanpa kesulitan mengamankan bola.

Setelahnya, Ukraina mulai memegang kendali permainan. Peluang bagus kembali didapat Yarmolenko di menit ke-17. Dari serangan balik, Yarmolenko yang menerima umpan panjang dari belakang mampu meloloskan diri dari barisan pertahanan Polandia.

Melakukan penetrasi hingga ke kotak penalti, Yarmolenko yang tinggal berhadapan dengan Fabianski kemudian melepaskan tembakan kaki kiri yang mengarah ke tiang jauh. Tapi upayanya itu masih melebar dari gawang.

Yevhen Konoplyanka mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti setelah melakukan tusukan dari sisi kiri. Namun tembakan Konoplyanka ke arah tiang dekat masih meleset tipis dari gawang.

Sampai babak pertama usai, tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim.

Babak kedua berjalan empat menit, Ukraina mendapat peluang lewat sundulan Zinchenko yang meneruskan umpan silang Konoplyanka dari sisi kiri. Tapi sundulan Zinchenko masih melambung di atas gawang.

Di menit ke-54, kebuntuan akhirnya terpecah. Adalah Polandia yang membuka keunggulan atas Ukraina. Berawal dari sepak pojok pendek, Milik kemudian mengoper bola kepada Jakub Blaszczykowski yang berdiri tak terkawal di kotak penalti.

Blaszczykowski kemudian menggocek bola dan mencari ruang tembak. Pergerakannya itu kemudian dituntaskan dengan tembakan yang mengarah ke pojok kiri atas gawang Ukraina.

Dua menit berselang, Polandia nyaris menggandakan keunggulannya. Dari serangan balik, Lewandowski mengoper kepada Bartosz Kapustka. Namun penyelesaian akhir Kaputska masih belum tepat sasaran dan hanya mengenai sisi luar jaring gawang.

Ukraina terus berupaya mencetak gol balasan sekaligus gol pertama mereka di Piala Eropa 2016. Namun penyelesaian akhir yang buruk menggagalkan upaya Ukraina.

Konoplyanka sempat mendapat ruang tembak di depan kotak penalti, tapi tendangannya justru melambung. Sementara itu, sundulan Zozulya masih menyamping dari gawang.

Di sisi lain, Polandia yang terus ditekan sempat dapat peluang lewat tandukan Milik yang meneruskan tendangan bebas Grosicki dari sisi kiri. Tapi upayanya itu masih menyamping.

Ukraina masih mendominasi permainan demi mengejar gol penyeimbang. Ruslan Rotan mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti namun bisa ditepis oleh Fabianski. Sementara itu, percobaan Yarmolenko lewat tendangan melengkung masih terlalu lemah sehingga bola bisa diamankan Fabianski.

Sampai wasit meniup peluit panjang, tidak ada tambahan gol lagi yang tercipta. Skor 1-0 untuk Polandia bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain

Ukraina: Pyatov, Fedetskiy, Khacheridi, Kucher, Butko, Rotan, Stepanenko, Yarmolenko, Zinchenko (Kovalenko 73'), Konoplyanka, Zozulya (Tymoshchuk 92')

Polandia: Fabianski, Cionek, Glik, Pazdan, Jedrzejczyk, Zielinski (Blaszczykowski 46'), Jodlowiec, Krychowiak, Kapustka (Grosicki 71'), Milik (Starzynski 93'), Lewandowski
Share:

Vertonghen Ingin Buat Ibra Pensiun dari Swedia Lebih Cepat


Nice - Bek Belgia, Jan Vertonghen, bertekad mengalahkan Swedia yang juga berarti mengakhiri karier Zlatan Ibrahimovic bersama tim nasionalnya lebih cepat.

Swedia dan Belgia akan saling berhadapan pada laga penentuan di Stade de Nice, Kamis (23/6/2016) dinihari WIB besok. Belgia sendiri dalam posisi yang diuntungkan karena mereka hanya butuh hasil seri untuk bisa lolos menemani Italia.

Sementara Swedia butuh menang demi menyalip Belgia dan finis di posisi runner-up. Maka bisa dibilang duel dengan Belgia adalah laga hidup mati untuk tim asal Skandinavia itu.

Apalagi laga ini kemungkinan bakal jadi laga terakhir Ibrahimovic bersama Swedia, setelah mengumumkan pensiun dari timnas usai pergelaran Piala Eropa 2016. Meski Ibra tentunya berharap Swedia masih bertahan di turnamen ini lebih lama.


Namun, Vertonghen yang pernah bermain di klub yang sama dengan Ibra yakni Ajax Amsterdam, berharap Belgia-lah yang jadi pemenang sekaligus memberi kado perpisahan yang pahit untuk Ibra.

Ibra dan Vertonghen memang tak pernah berada di satu tim Ajax yang sama, karena ketika Ibra masih berkarier di klub Belanda tersebut, Vertonghen masih berstatus pemain tim yunior dan baru debut pada 2006.

"Saya berharap ini akan jadi laga terakhir Ibra bersama Swedia," ujar Vertonghen seperti dikutip Soccerway.

"Saya sangat menghormati dia dan juga kariernya. Saya ingat Ibra ketika bergabung dengan Ajax. Dia adalah pemain bintang Ajax," sambungnya.

"Saya pikir Swedia akan bertarung untuk kesempatan terakhir mereka, dan bukan khusus untuk Zlatan. Saya sangat merespeknya."

"Tapi kami berharap mengakhiri kariernya. Dia punya karier yang luar biasa, tapi saya ingin egois saat ini dan tidak berpikir soal kariernya bersama Swedia," tutupnya.

Share:

Slovakia, Hongaria, dan Kroasia Dipastikan Lolos ke 16 Besar


Paris - Tiga tim dipastikan lolos ke babak 16 besar Piala Eropa 2016 meski tidak sedang bertanding. Tiga tim itu adalah Slovakia, Hongaria, dan Kroasia.

Kepastian lolosnya Slovakia, Hongaria, dan Kroasia dipengaruhi hasil laga Jerman versus Irlandia Utara, Selasa (21/6/2016). Kekalahan 0-1 yang diderita Irlandia Utara membuat tiga tim tersebut mengamankan satu tempat di babak knockout.

Format baru Piala Eropa memungkinkan tim-tim yang menempati peringkat ketiga di fase grup untuk lolos ke babak knockout. Dari enam tim yang menempati peringkat ketiga, empat tim terbaik akan lolos.

Kekalahan Irlandia Utara membuat mereka finis di peringkat ketiga Grup C dengan tiga poin. Mereka masih mungkin lolos, tapi harus menunggu hasil pertandingan-pertandingan grup lain.

Sementara itu, dari Grup A, Albania yang finis di peringkat ketiga juga mengoleksi tiga poin.

Adapun Slovakia (Grup B), Hongaria (Grup F), dan Kroasia (Grup D) saat ini mengumpulkan empat poin. Dengan demikian, tiga tim tersebut paling tidak akan termasuk empat tim peringkat ketiga terbaik.


Slovakia lolos sebagai tim peringkat ketiga di Grup B. Sementara itu, Hongaria dan Kroasia masih mungkin lolos sebagai juara atau runner-up grup karena mereka belum menjalani pertandingan terakhir di fase grup.

Hongaria akan berhadapan dengan Portugal, Rabu (22/6/2016) malam WIB. Sementara itu, Kroasia akan melawan Spanyol, Rabu (22/6) dinihari WIB.
Share:

Tetap Rotasi, Tapi Italia Tetap Fokus Lawan Republik Irlandia


Lille - Pelatih Italia Antonio Conte akan mengubah susunan pemain ketika menghadapi Republik Irlandia meskipun menegaskan momentum positif haruslah dilanjutkan.

Italia memenangi dua pertandingan awalnya di Piala Eropa 2016; menundukkan Belgia dengan skor 2-0 dan menang 1-0 atas Swedia. Hasil itu membuat Gli Azzurri sudah dipastikan lolos ke 16 besar sebagai juara Grup E walaupun masih punya satu laga sisa.

Satu pertandingan sisa tersebut akan dijalani di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, menghadapi Republik Irlandia, Kamis (23/6/2016) dinihari WIB. Italia belum pernah lagi bisa memenangi tiga laga fase grupnya sejak melakukannya pada Euro 2000.

"Saya akan membuat perubahan tapi saya belum tahu seberapa banyak. Pertandingan ini memberi kesempatan pemain yang belum banyak main jadi berkesempatan ambil bagian," ucap Conte seperti dikutip Reuters.

"Bagaimana pun, saya berharap itu tidak mempengaruhi persiapan kami. Di tim ini tak ada starter atau pemain cadangan, cuma ada 23 pemain dan sebuah staf kepelatihan yang menang dan kalah bersama-sama.

"Kami amat fokus, ini merupakan sebuah pertandingan yang penting buat kami," sebutnya.


Di babak 16 besar Italia akan menghadapi runner-up Grup D, dengan Republik Irlandia masih berusaha lolos sebagai runner-up Grup E atau salah satu dari tim terbaik yang finis di posisi tiga.

"Buat mereka ini akan menjadi pertandingan hidup-mati. Irlandia punya kualitas dan kami tak boleh melupakan kalau itu adalah tim yang mengalahkan Jerman di kualifikasi," kata Conte.

"Namun, kami tak mau memberikan sebuah kesan buruk (dengan perubahan susunan pemain). Kami ingin memenangi pertandingan karena itu akan memberikan suntikan besar dalam kepercayaan diri.

"Kami memulai perjalanan ini dengan cara tepat tapi kamim tak boleh kehilangan arah. Fakta bahwa kami sudah lolos tidak berarti apa-apa," tuturnya.
Share:

Dikalahkan Kroasia, Spanyol Bertemu Italia di 16 Besar


Bordeaux - Spanyol dikalahkan Kroasia dengan skor 1-2 pada laga terakhirnya di fase grup Piala Eropa 2016. Kekalahan tersebut membuat La Furia Roja akan bertemu Italia di babak 16 besar.

Jalannya Pertandingan

Spanyol memimpin berkat gol cepat Morata pada menit ketujuh. Sebuah serangan yang tersusun rapi membuat Spanyol unggul lewat peluang pertama mereka.

David Silva yang menguasai bola di luar kotak penalti mengirimkan umpan terobosan kepada Cesc Fabregas. Fabregas yang tak terkawal lantas mengirimkan bola ke mulut gawang. Morata dengan mudah menceploskannya ke gawang kosong. Kroasia 0, Spanyol 1.

Beberapa saat kemudian, Spanyol nyaris menggandakan keunggulannya. Umpan silang Silva disambar Nolito, tapi arah bola masih sedikit melebar.

Sebuah kesalahan Sergio Ramos dalam mengoper bola pada menit ke-12 membuat gawang Spanyol terancam. Bola dikuasai Kalinic, yang kemudian melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Beruntung buat Spanyol, David de Gea masih bisa menepis tembakan Kalinic.

Dua menit berselang, giliran De Gea yang melakukan blunder. Setelah menerima back pass, dia tak mampu membuang bola dengan sempurna. Ivan Rakitic yang melihat posisi De Gea cukup jauh dari gawang mencoba men-chip bola, tapi usahanya digagalkan mistar gawang.

Spanyol mendapatkan kesempatan untuk menambah keunggulannya pada menit ke-23. Silva melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi kiper Danijel Subasic masih bisa menyelamatkan gawang Kroasia.

Peluang yang diperoleh Nolito pada menit ke-28 juga tak berbuah gol. Tembakannya berubah arah setelah mengenai kaki pemain Kroasia dan sedikit melenceng dari gawang.

Kroasia menyamakan kedudukan ketika pertandingan memasuki menit ke-45. Perisic yang melakukan penetrasi di sisi kiri dengan cerdik mengecoh Juanfran dan kemudian melepaskan umpan silang. Kalinic berhasil memaksimalkan umpan silang tersebut setelah lolos dari kawalan Ramos. Sontekan tumitnya memaksa De Gea bertekuk lutut. Babak pertama berakhir dengan skor sama kuat 1-1.

Jual beli serangan terjadi pada awal babak kedua. Spanyol punya kans lewat Juanfran dan Morata, tapi tembakan-tembakan mereka tak mengarah ke sasaran.

Pada menit ke-57, terjadi kemelut di kotak penalti Spanyol. De Gea mencoba menjangkau umpan silang dari Darijo Srna, tapi bola malah jatuh ke kaki Tin Jedvaj. Tembakan Jedvaj bisa dimentahkan De Gea, namun bola muntah mengarah ke Marko Pjaca, yang menyambut si kulit bundar dengan tendangan salto. Beruntung buat Spanyol, arah bola masih melebar.

Kroasia meminta penalti pada menit ke-64 setelah Pjaca terjatuh saat mencoba melewati Ramos. Namun, wasit Bjorn Kuipers tak menganggap kejadian itu sebagai sebuah pelanggaran.

Pada menit ke-67, Ramos berpeluang membawa Spanyol unggul lagi. Sial buat dia, sundulannya meneruskan sepak pojok Silva masih sedikit melenceng.


Memasuki menit ke-70, Spanyol mendapatkan hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah melihat Sime Vrsaljko menjatuhkan Silva di kotak penalti. Meski diprotes keras oleh kubu Kroasia, wasit bergeming.

Penalti tersebut diambil oleh Ramos pada menit ke-72. Namun, Ramos gagal memaksimalkannya karena tembakannya ke arah tengah bisa diblok oleh Subasic.

Petaka mendatangi Spanyol saat waktu normal tersisa tiga menit. Sebuah serangan balik cepat Kroasia membuat mereka kebobolan untuk kedua kalinya. Perisic yang menusuk lewat sisi kiri kotak penalti sukses menaklukkan De Gea melalui tembakannya ke arah tiang dekat. Kroasia pun berbalik unggul 2-1.

Spanyol berupaya keras untuk menyamakan skor di sisa waktu. Namun, usaha mereka tak membuahkan hasil.

Susunan Pemain

Kroasia: Subasic; Srna, Corluka, Jedvaj, Vrsaljko; Rog (Kovacic 82'), Badelj; Perisic (Kramaric 90+4'), Rakitic, Pjaca (Cop 90+2'); Kalinic

Spanyol: De Gea; Juanfran, Pique, Ramos, Alba; Fabregas (Thiago 84') , Busquets, Iniesta; Silva, Nolito (Bruno 60'), Morata (Aduriz 67') (mfi/krs)
Share:

Kroasia vs Spanyol Sementara 1-1


Bordeaux - Spanyol dan Kroasia sama kuat di babak pertama pada pertandingan di Stade de Bordeaux, Bordeaux, Rabu (22/6/2016) dinihari WIB. Skor 1-1 saat turun minum.

Jalannya Pertandingan

Spanyol memimpin berkat gol cepat Alvaro Morata pada menit ketujuh. Sebuah serangan yang tersusun rapi membuat Spanyol unggul lewat peluang pertama mereka.

David Silva yang menguasai bola di luar kotak penalti mengirimkan umpan terobosan kepada Cesc Fabregas. Fabregas yang tak terkawal lantas mengirimkan bola ke mulut gawang. Morata dengan mudah menceploskannya ke gawang kosong. Kroasia 0, Spanyol 1.

Beberapa saat kemudian, Spanyol nyaris menggandakan keunggulannya. Umpan silang Silva disambar Nolito, tapi arah bola masih sedikit melebar.

Sebuah kesalahan Sergio Ramos dalam mengoper bola pada menit ke-12 membuat gawang Spanyol terancam. Bola dikuasai Nikola Kalinic, yang kemudian melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Beruntung buat Spanyol, David de Gea masih bisa menepis tembakan Kalinic.


Dua menit berselang, giliran De Gea yang melakukan blunder. Setelah menerima back pass, dia tak mampu membuang bola dengan sempurna. Ivan Rakitic yang melihat posisi De Gea cukup jauh dari gawang mencoba men-chip bola, tapi usahanya digagalkan mistar gawang.

Spanyol mendapatkan kesempatan untuk menambah keunggulannya pada menit ke-23. Silva melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi kiper Danijel Subasic masih bisa menyelamatkan gawang Kroasia.

Peluang yang diperoleh Nolito pada menit ke-28 juga tak berbuah gol. Tembakannya berubah arah setelah mengenai kaki pemain Kroasia dan sedikit melenceng dari gawang.

Kroasia menyamakan kedudukan ketika pertandingan memasuki menit ke-45. Ivan Perisic yang melakukan penetrasi di sisi kiri dengan cerdik mengecoh Juanfran dan kemudian melepaskan umpan silang. Kalinic berhasil memaksimalkan umpan silang tersebut. Sontekan tumitnya memaksa De Gea bertekuk lutut. Babak pertama berakhir dengan skor sama kuat 1-1.


Susunan Pemain
Kroasia: Subasic; Srna, Corluka, Jedvaj, Vrsaljko; Rog, Badelj; Perisic, Rakitic, Pjaca; Kalinic

Spanyol: De Gea; Juanfran, Pique, Ramos, Alba; Fabregas, Busquets, Iniesta; Silva, Nolito, Morata (mfi/krs)
Share:

Loew Yakin Boateng Akan Tampil di Babak 16 Besar


Paris - Jerome Boateng tak mampu tampil penuh saat menghadapi Irlandia Utara karena mengalami masalah. Meski demikian, Joachim Loew yakin Boateng akan baik-baik saja.

Boateng tampil sebagai starter saat Jerman melawan Irlandia Utara di laga terakhir Grup C di Parc des Princes, Selasa (21/6/2016) malam WIB. Namun bek Jerman itu tak mampu menuntaskan pertandingan.

Boateng sudah ditarik keluar di menit ke-76 dan digantikan oleh Benedikt Hoewedes. Dia lantas tampak berjalan dengan hati-hati menuju bangku cadangan.

Loew menyebut bahwa Boateng ditarik keluar karena mengalami masalah pada betisnya. Meski belum tahu persis kadar cedera Boateng, Loew yakin bek andalannya itu bisa tampil di babak 16 besar pada 26 Juni mendatang.

"Risikonya terlalu tinggi dan jika sesuatu terjadi di betis, itu berarti dua atau tiga pekan absen untuknya, jadi saya tidak ingin mengambil risiko itu khususnya karena Irlandia Utara tidak terlalu berbahaya dalam serangan mereka," ujar Loew seperti dikutip dari Reuters.

"Saya tidak tahu persis soal Boateng. Saya harap staf medis akan berhasil dan saya berasumsi dia akan bermain di pertandingan berikutnya," katanya.

Boateng menjadi tembok kukuh di lini belakang Jerman. Tampil tangguh mengawal barisan pertahanan, Boateng turut berperan besar dalam clean sheet yang dicatatkan Jerman selama fase grup.

Jerman sendiri akhirnya memetik kemenangan 1-0 atas Irlandia Utara. Hasil tersebut mengantar Die Mannschaft lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai juara grup.


=> Agen Poker Terpercaya Indonesia 2016
Share:

Lewandowski Di Yakini Akan Segera Cetak Gol


Marseille - Mampetnya keran gol Robert Lewandowski tidak dipermasalahkan pelatih Polandia Adam Nawalka. Ia yakin gol akan datang di laga berikutnya.

Dari tiga pertandingan Polandia di fase grup Piala Eropa 2016 ini Lewandowski bukan cuma belum mendonasikan gol, tetapi bahkan juga belum membukukan satu pun shot on target ke gawang lawan.

[Baca juga: Agen Poker Terbaik Indonesia]

Hal itu amatlah kontras dengan kesuburan Lewandowski di fase kualifikasi, ketika ia berhasil mencetak 13 gol untuk menyamai rekor gol terbanyak di fase kualifikasi sebuah edisi Piala Eropa.

"Bukanlah sebuah masalah Lewandowski belum bikin gol. Ia tetap bekerja keras, dan punya pengaruh besar terhadap kemenangan-kemenangan kami dan cara kami bermain," kata Nawalka seperti dikutip BBC.

"Ia sudah sedemikian luar biasa penting buat kami. Ia merupakan seorang pemain yang dapat membantu kami. Sepanjang permainan ia amat mendukung permainan.

"Ini cuma masalah waktu saja buat dirinya. Ia sudah membuat banyak peluang dan saya pikir ia akan bikin gol di pertandingan berikutnya," sebutnya.

Tanpa donasi gol Lewandowski, Polandia meraih dua kemenangan dan satu hasil seri di fase grup dengan mencetak gol-gol dari Arkadiusz Milik dan Jakub Blaszczykowski. Polandia lolos sebagai runner-up grup dan akan menghadapi Swiss di 16 besar.
Share: